Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 03 November 2013

HANURA SUMBA BARAT MEMPERJUANGKAN KETERSEDIAAN AIR BAGI PETANI

(Sumber: satus FB Dr. Kebamoto Tanabi)

MASALAH:
1. SUMBA BARAT KEKURANGAN 10.000 TON BERAS PERTAHUN
Jumlah penduduk Sumba Barat 104.000 menurut data tahun 2012. Taruhlah sekarang menjadi 110.000 jiwa. Jika kebutuhan sumber karbohodrat (beras) per orang per hari sebanyak 1,2 kg/hari, maka dibutuhkan sebanyak 1,2 kg/orang/harix110.000 orangx365 hari/tahun = 48.180 ton/tahun. Jika jumlah ini direduksi akibat umur dan konsumsi sumber karbohidrat lain seperti jagung dan ubi-ubian sebesar 20% (kalau ada juga jagung dan ubi-ubian), maka kebetuhan beras kabupaten Sumba Barat sebesar 38.544 ton/ tahun. Namun, menurut data BPS NTT 2012, kabupaten Sumba Barat hanya menghasilkan 20.660 ton gabah kering giling dan 11.515 ton beras. Jika semua gabah kering giling dijadikan beras, maka jumlah beras yang dihasilkan Sumba barat pertahun adalah 11.515 ton + 80%x 20.660 ton (dari gabah kering yang digiling)= 28.043 ton beras. Dari perbandingan kebutuhan beras untuk seluruh masyarakat Smba Barat dengan ketersediaan beras yang ada, maka kabupaten Sumba Barat kekurangan 10.000 beras pertahun. Lahan yang menghasilkan padi di Sumba Barat hanya seluas 6.720 hektar dengan produksi sekitan 3 ton/ha. Agak sulit melakukan ekstensifikasi seperti pencetakan sawah baru dalam volume besar mengingat laha yang sempit dan jumlah penduduk yang semakin banyak.

2. SUMBA BARAT BELUM SERIUS MENGURUSI KETERSEDIAAN PANGAN DENGAN PELUANG INTENSIFIKAS PERTANIAN (PADI SAWAH).
Masalah dengan kebijakan pemda SUMBA BARAT dalam konteks intensifikasi pertanian (padi sawah) adalah masalah serius yg tdk pernah diseriusi dalam penangannya sejak dahulu kala. Warisan masalah ini masih berlanjut dalam pemerintahan bupati JPP kalau kita mengacu pada data tahun 2012. Bagaimana tdk, SUMBA BARAT yg kekurangan sekitar 10.000 ton beras ini menunjukan bahwa intensifikasi pertanian sangat lemah penanganannya. Produksi padi Sumba Barat yg 3ton/ha saja, jika digenjot menjadi 4-5 ton/ha, maka sudah terjadi surplus beras.

Bandingkan Jawa Barat yg produktivitasnya mencapai 6ton/ha. Masalah utamanya adalah SB hanya mengandalkan sawah tadah hujan yg sangat bergantung musim. Jika saja ada kemauan untuk mengalokasikan dana DAU sebagian saja (ketimbang renovasi rumah jabatan dan pembangunan rumah dinas), produktivitas akan meningkat. Caranya dengan mengadakan air dari segala sumber. Untuk pompa celup dan tenaga matahari, biayanya sekitar 60 juta per titik saja. Kalau jadi payoyek, 100-150 juta. Setelah air terjamin, maka pola tanam, pembibitan dan hama adalah hal berikutnya. Saya pantau kawasan sawah di wanokaka, kelimpahan air tetapi terserang hama wereng. Kasus wanokaka memberikan petunjuk bahwa kebutuhan pemberantasan hama sangat perlu. Namun utk mencegah keasaman tanah yg tinggi, persawahan wanokaka perlu dibuatkan drainase yg permanen agar air dapat secepatnya dibuang. Untuk masyarakat, kalau perlu dibangun pompa pembuangan ke laut di ujung sawah waikaka. Sekali lagi butuh PEMERINTAH yang memperhatikan rakyat dan bukan rakyat hanya jadi raja 5 tahun sekali.


KONSEP PEMBANGUNAN HANURA SUMBA BARAT SEBAGAI SOLUSI
KEBIJAKAN sektor pangan terutama beras yang segera akan dilakukan HANURA SUMBA BARAT adalah melakukan mengadakan persediaan air pertanahan sehingga produksi pertanian (padi) minimal 2 kali setahun di samping jagung dan palawija. Karena itu, pengadaan air pertanian untuk (minimal) sawah di sekitar Waikabubak adalah prioritas utama. Dengan dana DAU sekotar 100M/tahun, jika 20% saja dipakai untuk mengadakan air pertanian di Wilayah sekitar Waikabubak maka kekurangan beras atau umumnya karbohidrat dapat diatasi segera. Di samping itu, HANURA SB akan memperjuangkan anggara drainase sawah di Wanokaka agar air yg melimpah dari Laikanino dapat dibuang sehingga sawah menjadi subur kembali. Di atas semuanya itu, penangan hama, pembibitan, penyesuaian pola dan waktu tanam akan diintensifkan dengan bantuan tenaga penyuluh lapangan yg profesional serta menyelesaikan masalah-masalah yg berkaitan dengan kinerja mereka. Masalah pembibitan yg juga terkesan program asal jadi mulai dari pusat akan ditangani serius.

MARI membangun Sumba dengan mengutamakan AIR untuk pertanian.

1 komentar:

  1. Semangat buat Hanura Sumbar. Kenalilah rakyat dulu dan penuhi kebutuhan mereka, maka dengan sendirinya mereka akan sayang kepada Anda. hehe

    BalasHapus

Followers